9 Manfaat Brewok(berjengot) bagi pria


Nemo - Jenggot, Brewok  atau Jambang seringkali dianggap sebagai tanda kalau seorang pria sudah tua. Meskipun saat ini jenggot sudah mulai banyak menjadi trend untuk 
menjadikan seorang pria lebih terlihat maskulin atau macho. Dan selain hal itu, ternyata manfaat jenggot banyak juga.
Adakah manfaat bagi pria? Siapa yang mengira ada manfaatnya bagi kesehatan. Jenggot dan kumis dipelihara para pria tentu saja berhubungan dengan penampilan agar lebih percaya diri, tampak lebih garang dan alasan lainnya. Banyak juga yang lebih suka tampil rapi tanpa sehelai rambut di wajah sehingga selalu mencukur habis kumis, jenggot dan cambangnya. Namun ternyata memiliki Jambang maupun berjenggot tidak hanya sekedar memberikan dampak terhadap penampilan pria. Ada manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dengan memelihara jenggot dan Jambang lebih lebat dari biasanya. 


Berikut maanfaat jengot dan jambang bagi pria :

  1. Mencegah kanker kulit
    Sejumlah studi menyatakan bahwa kulit terlindung dari sinar ultraviolet dari matahari sebanyak 95% karena brewok.Perlu diingat bahwa terpapar terlalu lama diabwah matahari akan menambah risiko anda terkena bahasa kanker kulit. Semakin tebal brewok anda. akan semakin tebal tembok perlindungan anda dari risiko kanker kulit

  2. Mencegah alergi
    Sama seperti rambut hidung yang mencegah debu serta serbuk sari masuk ke sistem pernapasan, jambang juga bisa berfungsi sebagai filter yang mencegah penyebab alergi masuk ke hidung dan mulut.

  3. Lebih macho
    Jenggot tipis dapat menjadi nilai lebih bagi para pria, sebab ia akan tampak lebih terlihat sebagai pria sejati, jantan serta macho. Alasan ini pula yang menjadikan wanita mendambakan pria yang punya jenggot.

  4. Memelihara kelembapan kulit
    Kulit orang yang tak berjambang akan lebih mudah kering karena cuaca atau sinar matahari. Sementara memelihara jambang akan membantu Anda memelihara kelembapan kulit dan mencegahnya agar tidak kering.

  5. Mencegah penyakit
    Memelihara jambang juga membantu Anda mencegah penyakit seperti batuk, flu, atau pilek. Ini karena jambang membantu bagian wajah dan leher tetap hangat. Jambang memberikan kehangatan pada bagian wajah dan leher sehingga melindungi Anda dari penyakit di musim dingin.

  6. Awet muda
    Meski memelihara jambang membuat pria terlihat lebih dewasa dan tua, namun sebenarnya memelihara jambang justru membuat kulit awet muda. Ini karena jambang melindungi kulit dari radiasi dan kerusakan sinar matahari.

  7. Mencegah infeksi
    Orang yang mencukur lebih berisiko terkena masalah kulit seperti gatal dan infeksi. Dengan memelihara jambang Anda tak perlu khawatir dengan infeksi, gatal, atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan folikel rambut.

  8. Menjaga kulit tetap halus
    Orang yang sering mencukur lebih berisiko mengalami iritasi dan luka pada wajah. Sementara orang yang memelihara jambang akan memiliki kulit yang lebih halus dan berisiko lebih kecil mengalami iritasi dan luka.

  9. Menambah daya tahan tubuh
    Orang yang sering menjaga jenggot atau jambangnya tetap lebat berpotensi lebih tinggi mendapatkan daya tubuh yang hangat karena brewok bisa membuat anda merasa hangat di tengah cuaca yang dingin.
Brewok/Berjenggot adalah pelembab alami bagi wajah anda. dengan adanya brewok anda tidak perlu lagi memikirkan kelembapan wajah anda. Dari pada memakai obat obata kimia tentulah lebih baik yang alami. Jadi tunggu apa lagi ? 


Baca juga :

Fakta Bahaya Air Botol Mineral


Nemo - Siapa sih yang tidak pernah minum air mineral ? apalagi air dalam kemasan. 100% orang indonesia meminum air mineral dan 94% diantaranya pernah bahkan sering meminum air dalam kemasan.Selama ini kita mengira air dalam kemasan ada air yang steril dan bebas dari bahaya karena perusahaan-perusahaan air minum mengampanyekan merawat alam agar meghasilkan air pegununggan yang segar. Tahu kah anda apakah air minum dalam kemasan itu bebas dari bahaya ? sesungguhnya air minum kemasan itu bebahaya , berikut 10 alasan mengenai Dampak Negatif air Mineral :

  1. Menyebabkan kanker
    Penelitian menunjukkan bahwa minum air mineral botolan dapat menyebabkan kanker. Plastik merupakan bahan yang paling sering digunakan sebagai kemasan. Produk makanan pun biasa menggunakan plastik untuk dikemas. Perbedaannya, makanan biasanya sudah diberi pengawet yang membuat mereka tahan lama. Namun bagaimana dengan air? Botol-botol tersebut telah melakukan perjalan begitu jauh sebelum mencapai toko. Meski dikemas dengan baik, air mulai menyerap bahan kimia berbahaya dari plastik yang dapat menyebabkan kanker.
      
  2. Mendorong privatisasi
    Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana air dalam kemasan memengaruhi perekonomian bangsa? Dalam pasal 33 ayat 3 disebutkan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.” Namun saat mata air dikuasai oleh sebuah perusahaan, hal demikian sama saja dengan menjual kepentingan rakyat pada satu perusahaan. Saat Anda membeli satu botol air kemasan, berarti Anda telah merugikan negara baik secara langsung maupun tak langsung.
  3. Menjual sampah
    Jangan pernah terpengaruh oleh iklan yang Anda lihat di tv yang menyatakan air dapat membuat Anda lebih segar atau lebih sehat. Kegunaan air semuanya sama yakni mencegah tubuh kekurangan cairan. Jangan buang-buang uang untuk sesuatu yang bisa Anda hasilkan sendiri. Paling tidak Anda masih bisa merebus air di rumah, bukan?
      
  4. Menyebabkan kemandulan
    Saat plastik bersentuhan dengan air secara terus-menerus, plastik akan melepaskan bahan kimia yang disebut Phthlate. Zat beracun ini akan mengendap di dalam tubuh Anda dan menyebabkan kanker serta kemandulan.

  5. Standardisasi keamanan yang kurang
    Sangat sedikit orang yang tahu bahwa industri air dalam kemasan adalah industri yang paling sedikit aturannya. Tak ada stAndar yang jelas yang ditetapkan untuk air dalam kemasan. Tak ada aturan khusus yang mengatur filtrasi, klarifikasi, kemasan, dan transportasi air dalam kemasan botol bening. Kini Anda bisa membayangkan bukan air apa yang Anda minum sebenarnya?
     
  6. Melukai sisi kemanusiaan
    Tahukan Anda, kebanyakan orang menghabiskan uang untuk membeli air minum? Padahal ada lebih dari 700 juta orang yang masih belum dapat mengakses air minum yang bersih sampai saat ini. Harusnya ini melukai sisi kemanusiaan Anda saat banyak orang mengeluarkan uang ekstra hanya untuk membeli air minum dalam kemasan.
  7. Menjadi barang mewah
    Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar 2 liter air per hari untuk tubuh mereka. Jika dikalkulasikan, berarti seseorang butuh lebih dari 700 liter air. Bayangkan jumlah uang yang mesti Anda keluarkan untuk membeli air minum dalam kemasan. Padahal Anda bisa menggunakan uang tersebut untuk keperluan lain yang lebih penting.
  8.  Penyumbang sampah plastik terbesar
    Saat ini sampah plastik sangat cepat menumpuk mengingat plastik telah digunakan untuk berbagai hal. Padahal plastik sendiri termasuk jenis sampah yang tak bisa didaur ulang secara alami. Meski telah ada langkah-langkah untuk mendaur ulang, upaya tersebut dirasa masih kurang dibanding dengan kerusakan lingkungan yang timbul akibat penggunaan plastik. Nah, saat Anda mengonsumsi air minum dalam kemasan, berarti Anda telah menjadi penyumbang sampah plastik tersebut.
  9. Membuang-buang minyak bumi
    Mata air yang digunakan perusahaan biasanya letaknya sangat jauh dari industri pengolahan. Belum lagi pada saat mendistribusikan air-air dalam kemasan tersebut ke toko-toko di seluruh Indonesia. Dalam proses tersebut, perusahaan air minum dalam kemasan menggunakan minyak bumi yang notabene sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui. Belum lagi polusi yang ditimbulkan dari penggunaan minyak bumi tersebut. Pikirkan lagi saat Anda ingin membeli air minum dalam kemasan.
     
  10. Meninggalkan jejak karbon dalam tubuh
    Orang-orang mengira air minum dalam kemasan tidak berbahaya dan aman dikonsumsi. Mereka tidak tahu, air tersebut telah melalui perjalanan jauh sebelum mencapai lokasi tempat air dalam kemasan dijual. Selama dalam perjalanan tersebut, air dalam botol telah terkontaminasi karbon yang terdapat dalam plastik. Dalam jangka panjang, kelebihan karbon di dalam tubuh Anda sudah tentu sangat berbahaya.